PEMBOROSAN EMOSI
April 20, 2009 by Josua Wahyudi
Filed under EQ, Featured

“Manage your emotions and you will manage the quality of your life!”
Seorang karyawan pernah mengeluh demikian, “Kenapa ya, meskipun saya sudah tidur cukup, setiap kali bangun pagi saya selalu merasa masih lelah dan sepertinya butuh waktu lebih lama lagi untuk beristirahat. Padahal, saya sudah tidur 8-9 jam setiap hari.” Pernahkah juga Anda merasa tidak melakukan pekerjaan yang terlalu berat tetapi tubuh Anda terasa lelah sekali? Jawabannya adalah, karena kita tidak hanya memiliki energi fisik saja, tetapi juga memiliki energi emosional. Keduanya merupakan sumber energi Anda.
Jika Anda memboroskan energi emosi Anda, maka energi fisik Anda juga akan tersedot. Anda tentu pernah mengalami hari dimana Anda bertemu dengan berbagai peristiwa yang menyedot energi emosi Anda. Bos yang temperamental seharian, konflik dengan pasangan, rekan kerja yang menyebalkan, klien yang banyak maunya, atau kejadian-kejadian tak terduga seperti dijambret, komputer terkena virus, dan sebagainya. Semuanya menyedot energi emosi Anda dan tubuh fisik Anda turut menerima akibatnya.
Tapi, yang seringkali terjadi adalah, ada banyak orang yang membuang-buang energi emosinya bukan untuk mengurusi hal-hal penting. Inilah yang saya sebut dengan pemborosan emosi. Kalau Anda menghadapi masalah emosional yang berat, misalnya Anda konflik dengan rekan kerja dan kemudian Anda mengeluarkan energi emosi cukup besar untuk melakukan rekonsiliasi, itu adalah hal yang wajar. Tetapi kalau Anda tidak menghadapi situasi yang menuntut pengeluaran energi emosi kemudian Anda menghambur-hamburkan energi emosi Anda, inilah yang disebut dengan tindakan konyol. Menghamburkan energi emosi Anda sama saja dengan mengurangi produktifitas Anda serta menumpuk “sampah” dalam kehidupan Anda.
Bagaimanakah bentuk-bentuk pemborosan emosi ini? Inilah 3 hal sepele yang kadangkala tanpa kita sadari bisa memboroskan energi emosi kita secara luar biasa:
1. Peristiwa-peristiwa kecil yang seharusnya bisa kita abaikan tetapi malah kita urusi. Misalnya, disalip pengendara motor dengan tidak sopan. Daripada kita menghabiskan energi untuk marah-marah, menjadi bad mood seharian, mending kita menyimpan energi itu untuk hal lain.
2. Menggerutu dan Menggosip
Para ahli organisasi dan psikolog sepakat bahwa menggerutu dan menggosip hampir tidak membawa manfaat baik untuk orang lain maupun untuk diri-sendiri. Jika Anda tidak terima dengan situasi yang terjadi, gunakan energi Anda untuk melakukan sesuatu yang bisa membawa perubahan. Jika hal itu tidak bisa Anda ubah, terimalah atau menyingkirlah. Jangan buang-buang waktu dan energi emosi Anda dengan komentar-komentar yang tidak ada gunanya.
3. Berandai-andai
Banyak orang menghabiskan energinya hanya untuk menyesal dan berandai-andai. Dalam hidup ini ada hal-hal yang tidak bisa kita ubah dan kita harus menerimanya. Salah satunya adalah kelahiran kita. Daripada Anda berandai-andai dilahirkan di keluarga kaya, gunakan energi Anda untuk berkarya dan berusaha agar Anda menjadi orang yang lebih kaya. Berandai-andai hanyalah tindakan menjaring angin, melelahkan, menghabiskan waktu, namun tak menghasilkan apapun.
Hematlah energi emosi Anda dan gunakanlah secara cerdas, maka Anda akan menjadi lebih produktif, dan pada gilirannya, kualitas hidup Anda akan menjadi lebih baik.
“Kita tidak bisa menghentikan ombak yang datang, tetapi kita bisa belajar untuk berselancar di atasnya.”


Comments