Learning EQ from The Vulcans
June 24, 2009 by Josua Wahyudi
Filed under EQ
Setelah ditunggu-tunggu para fans setianya, akhirnya film terbaru Star Trek muncul. Saya yang ikut nonton di pemutaran perdana film ini di Jakarta harus berdesak-desakan dengan ratusan orang untuk menyaksikan film heboh ini. Meski saya bukanlah termasuk penggemar Star Trek dan tidak begitu tahu tokoh-tokohnya, tetapi kehebohan bisik-bisik sebelum film ini diluncurkan membuat saya penasaran ingin tahu seperti apa sebenarnya film ini.
Tentu saja dengan kecanggihan teknologi saat ini dan perkembangan pembuatan film yang sangat maju pesat membuat film ini cukup layak untuk dikategorikan sebagai salah satu film yang menghibur. Namun, namanya trainer, apalagi seorang trainer EQ seperti saya ini, biasanya nonton film dianggap seperti “kulakan”. Artinya, saat kami melihat sebuah film, kami akan memasang radar inspirasi dan mencoba menangkap detail-detail yang memungkinkan untuk kami jadikan referensi materi training.
Dalam film Star Trek kali ini, tidak butuh waktu lama bagi saya untuk menangkap sebuah insight yang sederhana tetapi sangat mendasar. Saya dengan segera menjadi tertarik dengan tokoh Mr. Spok dan budaya ras mereka yang disebut sebagai bangsa Vulcan. Semua orang Vulcan dibesarkan dengan pengembangan logika yang sangat kuat. Mereka menganut prinsip bahwa mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan perasaan atau emosi adalah sebuah hal yang terlarang. Para Vulcans menganggap logika dan analisis berpikir sebagai satu-satunya metode yang paling baik. Itu sebabnya sejak kecil semua bangsa Vulcan, termasuk Mr. Spok dilatih dengan sangat luar biasa untuk mengembangkan otak logikanya dan terus menekan perasaan mereka.
Namun di tengah kehidupan, sehebat apapun Mr. Spok menekan perasaannya, tetap saja ia tidak bisa menghilangkan perasaan itu. Malahan, semakin ditekan akan semakin menggumpal dan sewaktu-waktu bisa meledak. Sebenarnya jika kita memahami prinsip EQ, kita akan tahu bahwa menekan dan memendam perasaan adalah sebuah tindakan berbahaya yang tidak bijaksana, justru kita harus menerima adanya emosi itu, dan mengekspresikannya dengan cara yang tepat pada saat yang tepat. Bahkan prinsip EQ juga menganjurkan kita untuk menggunakan baik perasaan maupun logika secara proporsional dalam mengambil keputusan dan bertindak.
Jadi, pelajaran EQ yang bisa kita peroleh dari para bangsa Vulcan dalam film Star Trek adalah, jangan ingkari emosi yang muncul dalam diri Anda, jangan berusaha membuang dan menekannya, melainkan terimalah kehadiran emosi itu baru kemudian kelola emosi itu untuk diekspresikan dengan cerdas. Keputusan yang sudah dipikirkan dan “dibumbui” dengan kadar emosi yang tepat justru bisa menghasilkan efektifitas yang berlipat!
Sama seperti kerja sama antara Captain Kirk dan Mr. Spok yang akhirnya berhasil melakukan hal-hal luar biasa! Begitulah jika pikiran dan perasaan bisa berjalan bersama.


Comments