Wisdom Cartoon #9

November 9, 2009 by Josua Wahyudi  
Filed under Wisdom Cartoon

9

Dalam kehidupan ini, ada satu kebahagiaan terbesar yang hanya bisa kita rasakan jika kita memberi untuk orang lain. Kita mungkin akan merasakan kepuasan atas segala sesuatu yang berhasil kita kumpulkan dan peroleh, namun jika Anda mencoba untuk memberi dan berbagi kepada orang lain (terutama orang yang benar-benar sangat membutuhkan pemberian Anda), yakinlah bahwa Anda akan merasakan kepuasan yang jauh lebih berlipat. Terutama saat Anda memandang wajah kebahagiaan dari orang yang menerima pemberian Anda, maka kebahagiaan Anda pun akan menjadi berlipat.

Bahkan ada seseorang yang pernah berkata bahwa konon katanya kita akan memiliki sifat paling mirip Tuhan pada saat kita memberi. Dan sangatlah menarik jika inspirasi ringan ini saya tutup dengan visi hidup dari Andrew Carnegie, raja baja dari Pensilvania. Ia berkata bahwa tujuan hidupnya adalah “Menghabiskan separuh hidup saya untuk mengumpulkan uang sebanyak mungkin dan menghabiskan separuh hidup berikutnya untuk mendermakan sebanyak mungkin…”

Wisdom Cartoon #8

November 9, 2009 by Josua Wahyudi  
Filed under Wisdom Cartoon

8

Banyak orang sangat berbangga diri karena mengetahui berbagai hal. Malahan, ada seorang kenalan saya yang suka sekali “berkoar-koar” memuntahkan semua pengetahuan dari berbagai buku yang dia baca. Secara sepintas, kelihatannya orang ini begitu “pintar” dan bijaksana. Tetapi, sayangnya, semua pengetahuan yang ia miliki tidak pernah diterapkan.

Bahkan, dia sering sharing mengenai ilmu “membaca” kepribadian orang, tetapi dia sendiri bermasalah dalam hal hubungan dan tidak peka dengan kebutuhan emosional orang lain ketika berkomunikasi. Benarkah orang bijaksana adalah orang yang tahu segala hal?

Menurut saya, orang bijaksana justru adalah orang yang bisa menggunakan pengetahuannya untuk diterapkan pada saat yang tepat. Misalnya, ketika lingkungan Anda panik terjadi ledakan api kecil di kantor, dan kemudian dengan cepat Anda mengambil sebuah keset, mencelupkan dalam ember air dan melemparkan pada sumber api hingga padam. Bukankah itu tindakan yang bijaksana? Meski mungkin semua orang tahu dan sudah belajar sejak SD bahwa salah satu cara memadamkan api adalah dengan menutupnya dengan kain basah, tetapi tidak semua orang bisa menggunakan pengetahuan itu pada saat dibutuhkan.

Itu sebabnya kita dulu terkagum-kagum pada sosok “Macgyver” yang terlihat begitu cerdas dan hebat karena bisa menggunakan benda-benda sederhana di sekelilingnya untuk membuat aksi-aksi fantastis.

Jadi, jangan bangga kalau kita sudah tahu banyak hal. Masalahnya, sudahkah kita mempraktekkan pengetahuan itu pada saat dan kadar yang tepat?