Life is in Your Hand!

August 19, 2009 by Josua Wahyudi  
Filed under Mix-up Wisdom

the_choice_by_nightlineDunia lagi heboh ama virus Flu BABI! Sampai-sampai teman saya yang tadinya fanatik sama nasi campur Medan mendadak menghentikan hobinya makan B2. Tapi sebenarnya, di balik kehebohan virus flu babi, diam-diam ada sebuah virus yang menjangkiti anak-anak muda sejak lama. Sebuah virus menular yang sangat merusak dan berbahaya sekali. Saya menyebutnya sebagai virus “Gara-gara”!

 

Apa maksudnya virus “gara-gara” ini? Ini adalah virus yang membuat anak-anak muda mudah menyalahkan orang lain dan lingkungannya atas sesuatu yang terjadi pada kehidupannya. Anak muda yang sudah terimbas virus ini akan merasa bahwa diri mereka layak untuk mendapatkan kehidupan yang baik dan semua orang (bahkan Tuhan sekalipun) harus memberikan kehidupan menakjubkan itu kepada mereka! So, kalau sampai terjadi sesuatu yang tidak enak dalam hidup mereka, maka virus ini akan mulai bekerja dan mereka akan mulai mencari “siapa” yang menjadi penyebab atas kekacauan hidup mereka.

Seorang murid SMA yang tertangkap basah menggunakan narkoba berteriak keras saat interogasi, “Bapak jangan salahin saya dong! Salahin bapak saya yang brengsek itu! Jika bukan GARA-GARA dia, saya nggak akan jadi seperti sekarang ini!!!!” Sungguh mengerikan… Betapa banyaknya anak muda yang menuntut orang tua mereka untuk selalu memahami mereka, memberikan kehidupan yang nyaman, menggelontori mereka dengan uang seolah-olah orang tua mereka adalah bank yang persediaan uangnya tak terbatas.

Sebagai anak muda, kita harus sadar bahwa kehidupan yang bahagia dan menyenangkan TIDAK terjadi begitu saja. Kehidupanmu ada di tanganmu sendiri, bukan di tangan orang lain. Jangan berharap orang lain selalu bisa menyediakan kehidupan yang asyik, memberimu uang, menawarkan pertemanan yang menyenangkan, sekolah yang seru, pekerjaan yang berlimpah uang, dan semua kenikmatan hidup. Hidupmu 100% merupakan tanggung jawabmu sendiri.

Kamu kecelakaan gara-gara kebut-kebutan? Jangan salahkan temanmu yang menghasut dan menantangmu untuk memacu motormu sekencang angin. Kamu merasa minder? Jangan salahkan orang lain yang sering mengejekmu. Nilaimu jelek dan kamu tidak naik kelas? Jangan salahkan gurumu yang membuatmu malas belajar. KAMU SELALU PUNYA PILIHAN! Pilihan menjadi lebih buruk atau menjadi lebih baik selalu ada di tanganmu. Jika kamu membiarkan dirimu dikendalikan oleh orang lain, oleh situasi, oleh lingkungan, dan oleh masa lalumu, itu pun merupakan pilihan yang kamu ambil sendiri. Kamu bertanggung jawab atas pilihan itu!

Mungkin kamu akan berkata, “Tapi kan, ada hal-hal yang tidak bisa aku kendalikan di luar sana?” Ya betul, kita tidak bisa mengatur sikap orang kepada kita, kita tidak bisa mengatur cuaca, kita tidak bisa mengatur kelahiran kita, tapi ingat! Kita SELALU BISA mengatur RESPON kita terhadap hal-hal itu. Bagaimana caramu meresponi akan sangat menentukan masa depanmu.

The Choice is in Your Hand!

2 orang kakak beradik hidup dalam keluarga yang tidak harmonis. Ayah mereka adalah penjudi dan pemabuk yang gemar memukuli mereka dan menganiaya ibu mereka. Bertahun-tahun mereka hidup dalam kemiskinan dan kekerasan dari sang ayah. Bertahun-tahun kemudian ketika mereka dewasa, sang kakak menjadi seorang berandalan yang perilakunya mirip seperti ayahnya. Sementara sang adik berhasil menjadi seorang direktur dari sebuah perusahaan besar. Ketika mereka dalam keadaan terpisah diberikan pertanyaan, “Mengapa kamu bisa menjadi seperti sekarang ini?” Inilah jawaban mereka:

Sang kakak berkata, “Ayah gua pemabuk! Tiap hari kerjaannya ngabisin duit dan memukuli kami serumah! Apa yang lu harapin dari keluarga seperti ini? Dengan keadaan seperti itu, wajar kalo sekarang nasib gua seperti ini! Semua ini GARA-GARA ayah gua! Kalo lu hidup seperti gua, apa yang lu bisa lakuin?” Sementara di kesempatan terpisah, sang adik menjawab pertanyaan yang sama seperti ini, “Saya hidup di tengah keluarga yang sulit. Kami miskin, dan ayah saya sering berlaku kasar pada kami serumah. Saya berpikir, suatu saat kalau saya dewasa saya tidak mau hidup dalam keadaan seperti ini dan menjadi seperti ayah saya. Saya ingin kehidupan yang baik dan memiliki keluarga yang baik.”

Dapatkah kamu lihat bedanya? Kamu selalu PUNYA PILIHAN atas hidupmu sendiri. Dunia tidak selalu menawarkan sesuatu yang indah, tetapi kamu bisa bertanggung jawab untuk hidupmu sendiri, meresponi dengan cerdas, dan memilih untuk selalu menjadi lebih baik dari hari ini.

AWAS! Piranha Di Sekitar Kita!

August 13, 2009 by Josua Wahyudi  
Filed under Mix-up Wisdom

piranha2Ketika saya merayakan ulang tahun pertama pernikahan saya dengan istri, kami meluangkan waktu untuk “pacaran” di daerah Ancol. Salah satu lokasi yang menjadi target kami adalah Sea World Indonesia. Selama hampir 10 tahun di Jakarta, saya belum pernah menginjakkan kaki di Sea World, jadi rasanya akan cukup memalukan kalau seorang EQ Trainer belum pernah sama sekali berkunjung ke Sea World.

 

Beruntunglah, saat kami sampai, ternyata sedang ada feeding session untuk ikan-ikan piranha. Jumlah ikan piranha yang mencapai ratusan (atau mungkin ribuan) membuat aquarium terasa sesak oleh kerumunan makhluk-makhluk haus darah itu. Kami pun segera bergabung dengan kerumunan penonton yang tidak sabar untuk menyaksikan adegan “barbar” yang akan diperlihatkan oleh ikan-ikan kecil nan garang tersebut.

 

Saat semua mata sudah tertuju pada aquarium piranha, petugas segera memasukkan “menu” favorit para piranha. Segera saja ikan-ikan mini tersebut mengerubungi makanan mereka dan dalam hitungan detik, sang korban lenyap tak bersisa sedikitpun. Sebuah pemandangan yang sebenarnya kejam tetapi sangat menarik. Namun, ada sebuah kenyataan yang lebih menakjubkan lagi. Setelah sesi makan-makan tersebut sang petugas menjelaskan bahwa ternyata, saat ikan Piranha mengejar makanannya, mereka akan menjadi “kalap” dan membabi buta. Mereka akan menggigit siapapun yang ada di depannya, bahkan meskipun itu adalah teman mereka sendiri. Itu sebabnya ketika sesi makan-makan selesai, biasanya akan ada banyak Piranha yang terluka dan berdarah-darah karena tergigit oleh rekan-rekan mereka sendiri.

 

Sesaat setelah mendengar penjelasan ini, saya segera tersadar, “Hei! Bukankah situasi seperti ini sering kita jumpai di kantor-kantor?” Orang saling sikut-menyikut, mengigit, dan bila perlu “memakan” rekannya hanya demi mengejar “makanan” mereka. Para karyawan Piranha ini tidak peduli siapa yang ada di depan mereka, dan dalam berbagai kasus yang ekstrim, mereka bahkan siap mengigit orang-orang yang dulunya pernah menolong dan membantu mereka.

 

Kita sebagai seorang manusia, konon katanya adalah makhluk paling mulia dan berakal budi diantara semua makhluk di bumi. Namun, betapa menyedihkannya ketika kita melihat ada orang-orang yang turun “derajat”nya dan berperilaku seperti Ikan Piranha. Jika seorang manusia sudah kehilangan “kemanusiaan”nya, masih layakkah ia disebut sebagai manusia?

 

Marilah kita merenungkan diri, jangan-jangan selama ini kita pun sudah menjadi Piranha di lingkungan kita?

Ratu Porno Maria Ozawa

June 9, 2009 by Josua Wahyudi  
Filed under Mix-up Wisdom

Belum pernah dengar namanya? Atau malah sudah familiar banget? Bagi yang belum pernah tahu siapa dia (terutama para wanita). Maria Ozawa adalah bintang film porno yang sangat terkenal dan fenomenal dalam dunia pornografi.

Weits… Tunggu dulu, jangan berpikir Anda akan mendapatkan berbagai material porno disini! Saya tahu memang cukup berisiko untuk memuat artikel seperti ini di web saya, tapi saya justru ingin menyoroti seorang Maria Ozawa dari perspektif yang berbeda.

maria_ozawa_wallpaper_by_reiko06Menurut survey yang dibaca teman saya dari internet, konon katanya 93% pria di muka bumi ini mengenal siapa Maria Ozawa (saya tidak tahu akurasinya survey ini, tapi menurut saya lebih dari 75% mungkin memang mengenal Maria Ozawa).

Sungguh luar biasa, seorang wanita usia 23 tahun sudah menjadi sangat populer dan sangat terkenal ke seluruh dunia. Sementara ada banyak orang yang berusaha keras agar dirinya bisa dikenal orang (termasuk saya). Bahkan banyak orang yang berusaha puluhan tahun tapi tetap saja tidak pernah menjadi terkenal.

Namun yang menjadi pertanyaan hari ini adalah, benarkah dikenal oleh seluruh orang merupakan sesuatu yang penting?

Ebet Kadarusman pernah berkata, “Memang baik menjadi orang penting, tetapi lebih penting menjadi orang baik.” Apakah yang coba dikatakan oleh Ebet Kadarusman? Beliau mencoba berkata bahwa ada banyak orang yang belomba-lomba mengejar uang, posisi, dan berbagai hal yang tampak penting sampai-sampai mengorbankan hal-hal baik dan prinsip-prinsip kebenaran. Padahal justru jauh lebih baik dan lebih penting mengejar kebenaran dibandingkan menjadi orang penting.

Jadi, marilah sekarang kita bertanya pada diri-sendiri. Apakah yang sebenarnya kita kejar dalam hidup ini? Kalau hanya sekedar mengejar uang dan popularitas saja, Anda tidak perlu susah-susah kok, Maria Ozawa sudah membuktikannya bahwa dalam usia belasan tahun semua itu sudah bisa tercapai.

Tapi, benarkah itu yang Anda butuhkan?

Pintar Mengelola Uang: Strategi Ofensif vs Defensif

June 9, 2009 by Josua Wahyudi  
Filed under Light Wisdom, Mix-up Wisdom

Mengelola keuangan pribadi itu ibarat seperti bermain sepak bola. Dalam kesempatan training mengenai money management for youth, saya selalu menjelaskan bahwa dalam mengelola keuangan, ada 2 strategi yang harus dijalankan, yaitu strategi Ofensif dan strategi Defensif.

football_by_mango_addictApakah strategi ofensif? Strategi ofensif adalah cara mengatur keuangan dengan memakainya untuk menghasilkan uang yang lebih banyak lagi. Contoh tindakan ofensif adalah dengan berinvestasi atau menggunakannya sebagai modal usaha. Ibarat bermain sepak bola, ini adalah semua usaha yang dilakukan untuk mencetak gol sebanyak mungkin.

Sedangkan strategi Defensif adalah setiap tindakan yang dilakukan untuk menyimpan dan mengamankan uang yang sudah kita miliki. Contohnya dengan menabung, membatasi pengeluaran, berhemat, atau menahan diri tidak membeli barang yang tidak diperlukan. Ibarat bermain sepak bola, kita berusaha mengamankan gawang kita agar tidak kebobolan.

Nah, banyak yang bertanya, mana yang lebih baik? Menjadi ofensif atau defensif? Pertanyaan yang sama juga bisa diajukan pada para pelatih sepak bola, mana yang lebih bagus, menyerang atau bertahan? Tentu jawabnya adalah dua-duanya. Percuma kita mencetak gol terus tapi di saat yang sama kita juga kebobolan terus. Percuma juga kita menjaga gawang mati-matian tapi tidak pernah mencetak gol.

Tim sepak bola yang kuat dan berprestasi adalah mereka yang bisa menyerang dan bertahan dengan sama bagusnya. Begitu pula dengan mengelola keuangan kita.

Masalahnya, ada banyak orang yang hanya fokus di satu strategi saja. Saya mengenal seseorang yang tidak pernah menabung dan semua uangnya selalu dipakai untuk berbagai investasi dan modal usaha. Sehingga ketika investasi atau usahanya gagal, habislah semua uangnya. Terlalu banyak menyerang lupa bertahan juga bisa membuat kita kebobolan.

Sebaliknya, ada orang yang menyimpan uangnya rapat-rapat dan menabung sebanyak-banyaknya. Sebenarnya memang ini lebih mending daripada kasus di atas. Tapi tetap saja akan merugikan Anda. Mengapa? Karena bunga yang Anda peroleh dari tabungan Anda lebih kecil dari nilai inflasi per tahun. Bahkan bunga deposito saja masih lebih kecil dari nilai inflasi setahun. Jadi bila dipikir-pikir, uang Anda terus berkurang tiap tahun.

Yang sehat adalah, kita memiliki tabungan untuk berjaga-jaga sekaligus menyisihkan sebagian uang kita untuk diinvestasikan dan dijadikan modal usaha. Menyerang sekaligus bertahan dengan baik adalah strategi terbaik.

Bagaimana dengan strategi Anda?

Sebuah Kekuatan Bernama “Pengharapan”

May 6, 2009 by Josua Wahyudi  
Filed under Light Wisdom, Mix-up Wisdom

hope_by_h9351Sebuah penelitian menarik pernah dilakukan terhadap tikus. Seekor tikus dimasukkan ke dalam sebuah kotak solid yang tertutup rapat tanpa udara dan cahaya. Setelah beberapa kali hal ini dilakukan, hasilnya rata-rata tikus dalam kondisi demikian akan mati dalam 2-4 jam.

Kemudian seekor tikus dimasukkan dalam kotak yang serupa, tetapi diberikan sebuah lubang yang sangat kecil sedemikian hingga ada sedikit cahaya yang masuk namun tidak banyak berpengaruh pada volume udara yang masuk dalam kotak. Ternyata, setelah beberapa kali dilakukan, rata-rata tikus dalam kotak jenis kedua mati setelah sekitar 12-16 jam, bahkan ada yang bisa bertahan hingga sekitar 24 jam.

Mengapa sedikit lubang yang sangat kecil bisa sangat berpengaruh terhadap daya tahan tikus-tikus itu? Para ahli menyelidiki ternyata ketika tikus-tikus itu melihat sedikit cahaya, mereka berupaya keras menuju ke arah sumber cahaya dan mengira di situ ada jalan keluar sehingga mereka punya PENGHARAPAN yang lebih besar untuk bisa bebas dari situasi mengerikan itu.

Manusia bukan tikus. Manusia seharusnya jauh lebih tangguh daripada sekedar seekor tikus. Namun, sepertinya hukum yang sama berlaku juga pada manusia. Ketika manusia sudah hidup tanpa pengharapan, maka daya tahan dan saya juangnya menurun hingga seperempatnya. Bukankah sering kita dengar bahwa 2 orang yang sama-sama terkena kanker yang satu meninggal dalam beberapa minggu sedangkan yang lain sanggup bertahan hingga tahunan karena terus percaya bahwa dirinya bisa sembuh dan memelihara PENGHARAPANnya dengan setia.

PENGHARAPAN membuat kita mengeluarkan semua potensi kita. Dalam situasi yang sulit seperti sekarang ini, yang perlu kita lakukan selain berusaha keras adalah terus memelihara PENGHARAPAN kita. Jangan pernah berhenti berharap, setiap kali Anda bangun pagi, teruslah percaya bahwa itu akan menjadi hari terbaik Anda dan akan ada perubahan positif yang terjadi. Kalau ternyata belum terjadi? Tidak apa, besok bangun pagi, BERHARAPLAH sekali lagi. Lakukanlah terus-menerus, maka tanpa Anda sadari, Anda akan memiliki daya juang yang jauh lebih besar daripada orang lain yang mengawali harinya dengan keluh kesah dan putus asa.

Winston Churchill pernah berkata bahwa orang yang sukses adalah orang yang mampu mempertahankan semangatnya saat ia mengalami kegagalan. Dalam kata lain, orang yang sukses adalah orang yang tidak pernah kehilangan PENGHARAPAN meski dalam keadaan sulit sekalipun.

Pertanyaannya hari ini, masihkah Anda memiliki PENGHARAPAN? Dan lebih jauh lagi, kepada siapakah Anda BERHARAP? Kepada sesuatu yang benar dan kekal? Ataukah kepada sesuatu yang fana dan rapuh?

Keep Exciting!