<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>www.josuawahyudi.com</title>
	<atom:link href="http://www.josuawahyudi.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.josuawahyudi.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Nov 2009 04:23:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.3</generator>
		<item>
		<title>Wisdom Cartoon #9</title>
		<link>http://www.josuawahyudi.com/2009/11/09/wisdom-cartoon-9/</link>
		<comments>http://www.josuawahyudi.com/2009/11/09/wisdom-cartoon-9/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 04:23:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Josua Wahyudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisdom Cartoon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.josuawahyudi.com/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kehidupan ini, ada satu kebahagiaan terbesar yang hanya bisa kita rasakan jika kita memberi untuk orang lain. Kita mungkin akan merasakan kepuasan atas segala sesuatu yang berhasil kita kumpulkan dan peroleh, namun jika Anda mencoba untuk memberi dan berbagi kepada orang lain (terutama orang yang benar-benar sangat membutuhkan pemberian Anda), yakinlah bahwa Anda akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-284" title="9" src="http://www.josuawahyudi.com/wp-content/uploads/2009/11/9.jpg" alt="9" width="354" height="463" /></p>
<p>Dalam kehidupan ini, ada satu kebahagiaan terbesar yang hanya bisa kita rasakan jika kita memberi untuk orang lain. Kita mungkin akan merasakan kepuasan atas segala sesuatu yang berhasil kita kumpulkan dan peroleh, namun jika Anda mencoba untuk memberi dan berbagi kepada orang lain (terutama orang yang benar-benar sangat membutuhkan pemberian Anda), yakinlah bahwa Anda akan merasakan kepuasan yang jauh lebih berlipat. Terutama saat Anda memandang wajah kebahagiaan dari orang yang menerima pemberian Anda, maka kebahagiaan Anda pun akan menjadi berlipat.</p>
<p>Bahkan ada seseorang yang pernah berkata bahwa konon katanya kita akan memiliki sifat paling mirip Tuhan pada saat kita memberi. Dan sangatlah menarik jika inspirasi ringan ini saya tutup dengan visi hidup dari Andrew Carnegie, raja baja dari Pensilvania. Ia berkata bahwa tujuan hidupnya adalah “Menghabiskan separuh hidup saya untuk mengumpulkan uang sebanyak mungkin dan menghabiskan separuh hidup berikutnya untuk mendermakan sebanyak mungkin&#8230;”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.josuawahyudi.com/2009/11/09/wisdom-cartoon-9/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wisdom Cartoon #8</title>
		<link>http://www.josuawahyudi.com/2009/11/09/wisdom-cartoon-8/</link>
		<comments>http://www.josuawahyudi.com/2009/11/09/wisdom-cartoon-8/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 04:21:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Josua Wahyudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisdom Cartoon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.josuawahyudi.com/?p=279</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang sangat berbangga diri karena mengetahui berbagai hal. Malahan, ada seorang kenalan saya yang suka sekali “berkoar-koar” memuntahkan semua pengetahuan dari berbagai buku yang dia baca. Secara sepintas, kelihatannya orang ini begitu “pintar” dan bijaksana. Tetapi, sayangnya, semua pengetahuan yang ia miliki tidak pernah diterapkan. Bahkan, dia sering sharing mengenai ilmu “membaca” kepribadian orang, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-280" title="8" src="http://www.josuawahyudi.com/wp-content/uploads/2009/11/8.jpg" alt="8" width="377" height="494" /></p>
<p>Banyak orang sangat berbangga diri karena mengetahui berbagai hal. Malahan, ada seorang kenalan saya yang suka sekali “berkoar-koar” memuntahkan semua pengetahuan dari berbagai buku yang dia baca. Secara sepintas, kelihatannya orang ini begitu “pintar” dan bijaksana. Tetapi, sayangnya, semua pengetahuan yang ia miliki tidak pernah diterapkan.</p>
<p>Bahkan, dia sering sharing mengenai ilmu “membaca” kepribadian orang, tetapi dia sendiri bermasalah dalam hal hubungan dan tidak peka dengan kebutuhan emosional orang lain ketika berkomunikasi. Benarkah orang bijaksana adalah orang yang tahu segala hal?</p>
<p>Menurut saya, orang bijaksana justru adalah orang yang bisa menggunakan pengetahuannya untuk diterapkan pada saat yang tepat. Misalnya, ketika lingkungan Anda panik terjadi ledakan api kecil di kantor, dan kemudian dengan cepat Anda mengambil sebuah keset, mencelupkan dalam ember air dan melemparkan pada sumber api hingga padam. Bukankah itu tindakan yang bijaksana? Meski mungkin semua orang tahu dan sudah belajar sejak SD bahwa salah satu cara memadamkan api adalah dengan menutupnya dengan kain basah, tetapi tidak semua orang bisa menggunakan pengetahuan itu pada saat dibutuhkan.</p>
<p>Itu sebabnya kita dulu terkagum-kagum pada sosok “Macgyver” yang terlihat begitu cerdas dan hebat karena bisa menggunakan benda-benda sederhana di sekelilingnya untuk membuat aksi-aksi fantastis.</p>
<p>Jadi, jangan bangga kalau kita sudah tahu banyak hal. Masalahnya, sudahkah kita mempraktekkan pengetahuan itu pada saat dan kadar yang tepat?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.josuawahyudi.com/2009/11/09/wisdom-cartoon-8/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Learning EQ from Pizza Resto</title>
		<link>http://www.josuawahyudi.com/2009/10/02/learning-eq-from-pizza-resto/</link>
		<comments>http://www.josuawahyudi.com/2009/10/02/learning-eq-from-pizza-resto/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 07:07:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Josua Wahyudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[EQ]]></category>
		<category><![CDATA[pizza]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.josuawahyudi.com/?p=272</guid>
		<description><![CDATA[Saya dan istri terbilang cukup sering makan pizza. Dan kami memiliki salah satu resto pizza langganan yang menjadi sasaran kami setiap kami &#8220;ngidam&#8221;. Resto tersebut populer sekali hingga menjadi salah satu ikon resto pizza di indonesia dan dunia. Saking seringnya kami makan pizza, sampai-sampai kami sudah pernah mengunjungi beberapa outlet di berbagai mal dan tempat. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya dan istri terbilang cukup sering makan pizza. Dan kami memiliki salah satu resto pizza langganan yang menjadi sasaran kami setiap kami &#8220;ngidam&#8221;. Resto tersebut populer sekali hingga menjadi salah satu ikon resto pizza di indonesia dan dunia. Saking seringnya kami makan pizza, sampai-sampai kami sudah pernah mengunjungi beberapa outlet di berbagai mal dan tempat.</p>
<p>Yang menjadi perhatian saya adalah, selama setahun terakhir ini, resto pizza populer ini menerapkan sebuah SOP (Standard Operational Prochedure) untuk service excellent mereka. Salah satu SOP mereka adalah, setiap kali customer memesan, mereka harus mengatakan kalimat semacam &#8220;pilihan Anda tepat sekali&#8221;. Dan setelah memesan, mereka diwajibkan untuk berkata &#8220;mohon sabar menunggu 15 menit, terima kasih untuk pesanan Anda.&#8221; Tentu saja SOP ini adalah sebuah standar pelayanan yang sangat baik sekali bukan?</p>
<p>Tetapi sayang sekali, setelah saya dan istri mengunjungi beberapa outlet mereka di berbagai mal, ternyata kami sangat kesulitan menemukan seorang waiter/waitress yang menerapkan SOP itu dengan sepenuh hati. Yang keseringan kami alami adalah para pelayan yang mengucapkan kalimat SOP tanpa senyum, dengan wajah jutek, kecepatan bicara yang seperti pesawat ultrasonik, dan tidak menatap wajah kami sama sekali. Bahkan, cukup sering kami berhadapan dengan para pelayan yang langsung memasang tampang garang jika kami komplain mengenai kualitas makanan yang jauh dari standar.</p>
<p>Malahan, pernah suatu hari ketika kami mengantri, ada seorang waitress yang bertanya &#8220;mau di smoking room atau non smoking?&#8221; kami pun menjawab, &#8220;di non smoking&#8230; Boleh nggak minta yang meja dengan kursi sofa?&#8221; Kemudian dia menjawab, &#8220;yang ada sofanya masih penuh pak&#8230;&#8221; sementara mata kami jelas-jelas melihat ada sebuah meja berkursi sofa yang kosong dan sudah bersih. Naluri iseng kami muncul dan berkata, &#8220;Lha itu? ada yang kosong tuh?&#8221; Dengan wajah agak kewalahan ia menjawab, &#8220;Oh itu belum dibersihkan pak&#8230;&#8221; Karena kami ngotot untuk minta meja dengan kursi sofa, maka kami dipersilahkan untuk menunggu sejenak.</p>
<p>Betapa kagetnya kami ketika tiba-tiba pelayan tadi menghampiri kasir dan kemudian mulai ngomel, &#8220;rese&#8217; banget sih itu orang&#8230; masa cuman 2 orang aja minta yang ada sofanya&#8230;bla..bla&#8230;bla&#8230;&#8221; sementara dia tidak sadar bahwa kami sedang duduk persis di belakang dia dan mendengar semua &#8220;curhat&#8221;nya. ketika dia membalikkan badan barulah dia sadar bahwa kami ada di belakangnya sambil memandang dia dengan wajah datar. Kontan saja dia jadi &#8220;salting&#8221; dan buru-buru ngacir menyelamatkan muka (tanpa minta maaf lagi!)</p>
<p>Well, itu salah satu kasus dari sekian kasus yang kami alami di berbagai outlet pizza resto ini. Tapi poin dari artikel ini bukan untuk &#8220;curhat&#8221; kekecewaan saya terhadap kualitas service mereka. Inti penting yang ingin saya sampaikan adalah: sebagus-bagusnya sebuah SOP, secanggih-canggihnya sebuah sistem, dan sehebat-hebatnya sebuah prosedur, jika orang yang melakukannya tidak sepenuh hati, maka tidak akan ada dampaknya. Apalagi jika Anda berkecimpung dalam industri hospitality (resto, hotel, rumah sakit, travel, dsb). Namanya saja sudah &#8220;hospitality&#8221;, artinya elemen penting yang dijual salah satunya adalah service excellent!</p>
<p>Tapi betapa banyaknya para pekerja yang berkecimpung dalam dunia hospitality yang tidak menjiwai &#8220;service of excellent&#8221; dalam pekerjaan mereka. (meski sudah ada SOP hebat untuk membantu mereka mewujudkan sebuah pelayanan yang luar biasa)</p>
<h3>Faktor Perasaan</h3>
<p>Masih ngomongin pizza resto yang tadi. Ketika kami berkunjung dalam salah satu outlet, diantara sekian banyak pelayan yang cuman sekedar menjalankan SOP, kadangkala kami berjumpa dengan &#8220;segelintir&#8221; waiter/waitress yang mengucapkan kalimat-kalimat SOP itu dengan sepenuh hati. Tatapan mata yang hangat, senyum yang tidak dipaksakan dan tulus, serta bantuan-bantuan tidak diminta yang ditawarkan kadangkala membuat kami terhibur. Tidak usah kita, bahkan anak kecil pun seringkali bisa membedakan mana senyuman &#8220;formalitas&#8221; yang dipaksakan dan mana senyuman yang benar-benar tulus.</p>
<p>Bagaimanapun jika seseorang disentuh perasaannya, maka ia akan menjadi jauh lebih bersikap positif kepada Anda. Itu sebabnya kadangkala ada customer yang sangat loyal bukan karena kualitas produknya saja, tetapi juga karena mereka merasakan pelayanan yang baik yang membuat perasaan mereka dihargai dan diakomodasi. Bukankah sebenarnya tujuan SOP resto pizza itu adalah untuk hal ini? Lalu apa gunanya jika SOP itu dijalankan tanpa memperhatikan unsur &#8220;perasaan&#8221; di dalamnya? Bukankah sama saja dengan jika SOP itu tidak dijalankan?</p>
<h3>Conclusion</h3>
<p>Saya rasa, dalam bisnis apapun dan dalam komunikasi dengan siapapun, menyentuh hati dan perasaan adalah salah satu &#8220;senjata&#8221; yang efektif. Sebuah produk yang laku keras pasti karena mereka menawarkan sesuatu yang sebenarnya secara emosional dibutuhkan oleh banyak orang (selain karena kualitas produknya juga).</p>
<p>Misalnya, mobil-mobil mewah dijual bukan hanya karena kualitas mobil dan mesinnya, tetapi juga karena untuk kebutuhan perasaan &#8220;bergengsi&#8221;. Dokter-dokter yang laku bukan hanya karena pandai mengobati, tetapi juga karena pandai &#8221;menenangkan&#8221; kekhawatiran pasien. Agen-agen asuransi yang tembus target terus bukan hanya karena produk asuransi mereka bagus, tetapi mereka juga pandai menjawab &#8220;kegundahan&#8221; nasabah terhadap keamanan masa depan mereka dan keluarga mereka. Blackberry juga laku bukan karena kecanggihan featurenya, tapi lebih karena alasan-alasan emosional (bergengsi).</p>
<p>Di akhir tulisan ini, saya akan mengutip perkataan John Maxwell , <em>&#8220;sebelum kamu meminta tangan seseorang, sentuhlah dulu hatinya&#8221;. </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.josuawahyudi.com/2009/10/02/learning-eq-from-pizza-resto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Wisdom Cartoon]#7: FOKUS!</title>
		<link>http://www.josuawahyudi.com/2009/09/15/wisdom-cartoon7-fokus/</link>
		<comments>http://www.josuawahyudi.com/2009/09/15/wisdom-cartoon7-fokus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 07:59:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Josua Wahyudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisdom Cartoon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.josuawahyudi.com/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang kehilangan kesempatan untuk meraih target karena ia mudah teralihkan dan kehilangan fokusnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa kadangkala dalam hidup ini kita diperhadapkan 2 pilihan yang tampak seolah-olah sama penting. Pada saat-saat seperti ini tidak ada pilihan lain selain melakukan ELIMINASI terhadap sebuah pilihan. Salah satu kesalahan yang banyak dilakukan adalah berusaha mengakomodasi semua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-267" title="71" src="http://www.josuawahyudi.com/wp-content/uploads/2009/09/71.jpg" alt="71" width="378" height="494" /></p>
<p>Banyak orang kehilangan kesempatan untuk meraih target karena ia mudah teralihkan dan kehilangan fokusnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa kadangkala dalam hidup ini kita diperhadapkan 2 pilihan yang tampak seolah-olah sama penting.</p>
<p>Pada saat-saat seperti ini tidak ada pilihan lain selain melakukan ELIMINASI terhadap sebuah pilihan. Salah satu kesalahan yang banyak dilakukan adalah berusaha mengakomodasi semua pilihan, dan menyenangkan semua orang, padahal belum tentu kita punya waktu dan energi untuk menuntaskan semuanya.</p>
<p>Pada akhirnya, yang terjadi adalah kita kehilangan dua-duanya&#8230;</p>
<p>atau kemungkinan lainnya, kita kelamaan mengambil keputusan karena tidak berani mengeliminasi pilihan yang ada. dan sama saja, pada akhirnya kita juga akan kehilangan dua-duanya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.josuawahyudi.com/2009/09/15/wisdom-cartoon7-fokus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[wisdom cartoon]#6: Super Hero!</title>
		<link>http://www.josuawahyudi.com/2009/08/31/wisdom-cartoon6-super-hero/</link>
		<comments>http://www.josuawahyudi.com/2009/08/31/wisdom-cartoon6-super-hero/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 03:43:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Josua Wahyudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisdom Cartoon]]></category>
		<category><![CDATA[superman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.josuawahyudi.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari seorang mahasiswa bercerita pada temannya. Uangnya untuk bulan ini sudah habis sementara orang tuanya tidak kunjung mengiriminya. Mahasiswa itu bercerita bukan karena ingin mengiba atau minta pinjaman, melainkan memang karena mereka sudah bersahabat dekat sekali, sehingga mereka asling bercerita apa yang mereka alami. Malam harinya, ketika sudah waktunya jam makan, tiba-tiba teman mahasiswa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari seorang mahasiswa bercerita pada temannya. Uangnya untuk bulan ini sudah habis sementara orang tuanya tidak kunjung mengiriminya. Mahasiswa itu bercerita bukan karena ingin mengiba atau minta pinjaman, melainkan memang karena mereka sudah bersahabat dekat sekali, sehingga mereka asling bercerita apa yang mereka alami.</p>
<p>Malam harinya, ketika sudah waktunya jam makan, tiba-tiba teman mahasiswa itu nongol sambil membawakan sebungkus makanan. Mahasiswa itu terperangah dan mengucapkan terima kasih untuk &#8220;traktiran&#8221; malam itu. Mereka makan bersama malam itu dan si mehasiswa itu mengucapkan sebuah kalimat yang cukup mengesankan, &#8220;Thanks bro&#8230; Gua pikir gua akan puasa malam ini karena gak punya duit buat makan, tapi traktiran lu ini menyelamatkan gua malem ini he..he&#8230;&#8221;</p>
<p>Kadangkala, untuk menjadi seorang pahlawan tidak dibutuhkan sebuah tindakan spektakuler seperti yang kita lihat pada sosok superman, spiderman, batman, atau berbagai &#8220;man&#8221; lainnya. Kadangkala tindakan kecil kita bisa saja menyelamatkan hidup orang lain.</p>
<p>Anda tidak akan pernah tahu bahwa mungkin sumbangan Anda yang menurut Anda kecil bisa menyelamatkan hidup seseorang yang sedang membutuhkannya. Atau mungkin senyuman dan tepukan di bahu bisa menyelamatkan semangat hidup seseorang yang sedang terpuruk. Atau kata-kata penguatan Anda bisa menyelamatkan sebuah hubungan yang hampir hancur.</p>
<p>Banyak sekali yang bisa Anda lakukan&#8230; Jadi tidak perlu pakai celana dalam gdi luar untuk menjadi seorang pahlawan. Cukup melakukan perbuatan-perbuatan baik pada saat yang tepat sebanyak-banyaknya setiap hari!</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-262" title="6" src="http://www.josuawahyudi.com/wp-content/uploads/2009/08/6.jpg" alt="6" width="431" height="565" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.josuawahyudi.com/2009/08/31/wisdom-cartoon6-super-hero/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Life is in Your Hand!</title>
		<link>http://www.josuawahyudi.com/2009/08/19/life-is-in-your-hand/</link>
		<comments>http://www.josuawahyudi.com/2009/08/19/life-is-in-your-hand/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 05:06:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Josua Wahyudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mix-up Wisdom]]></category>
		<category><![CDATA[choice]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.josuawahyudi.com/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[Dunia lagi heboh ama virus Flu BABI! Sampai-sampai teman saya yang tadinya fanatik sama nasi campur Medan mendadak menghentikan hobinya makan B2. Tapi sebenarnya, di balik kehebohan virus flu babi, diam-diam ada sebuah virus yang menjangkiti anak-anak muda sejak lama. Sebuah virus menular yang sangat merusak dan berbahaya sekali. Saya menyebutnya sebagai virus “Gara-gara”!   [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-254" title="the_choice_by_nightline" src="http://www.josuawahyudi.com/wp-content/uploads/2009/08/the_choice_by_nightline.jpg" alt="the_choice_by_nightline" width="239" height="312" /><em>Dunia lagi heboh ama virus Flu BABI! Sampai-sampai teman saya yang tadinya fanatik sama nasi campur Medan mendadak menghentikan hobinya makan B2. Tapi sebenarnya, di balik kehebohan virus flu babi, diam-diam ada sebuah virus yang menjangkiti anak-anak muda sejak lama. Sebuah virus menular yang sangat merusak dan berbahaya sekali. Saya menyebutnya sebagai <strong>virus “Gara-gara”!<br />
</strong></em></p>
<p> </p>
<p style="text-align: justify;">Apa maksudnya virus “gara-gara” ini? Ini adalah virus yang membuat anak-anak muda mudah menyalahkan orang lain dan lingkungannya atas sesuatu yang terjadi pada kehidupannya. Anak muda yang sudah terimbas virus ini akan merasa bahwa diri mereka layak untuk mendapatkan kehidupan yang baik dan semua orang (bahkan Tuhan sekalipun) harus memberikan kehidupan menakjubkan itu kepada mereka! So, kalau sampai terjadi sesuatu yang tidak enak dalam hidup mereka, maka virus ini akan mulai bekerja dan mereka akan mulai mencari “siapa” yang menjadi penyebab atas kekacauan hidup mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Seorang murid SMA yang tertangkap basah menggunakan narkoba berteriak keras saat interogasi, “Bapak jangan salahin saya dong! Salahin bapak saya yang brengsek itu! Jika bukan GARA-GARA dia, saya nggak akan jadi seperti sekarang ini!!!!” Sungguh mengerikan… Betapa banyaknya anak muda yang menuntut orang tua mereka untuk selalu memahami mereka, memberikan kehidupan yang nyaman, menggelontori mereka dengan uang seolah-olah orang tua mereka adalah bank yang persediaan uangnya tak terbatas.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai anak muda, kita harus sadar bahwa kehidupan yang bahagia dan menyenangkan TIDAK terjadi begitu saja. Kehidupanmu ada di tanganmu sendiri, bukan di tangan orang lain. Jangan berharap orang lain selalu bisa menyediakan kehidupan yang asyik, memberimu uang, menawarkan pertemanan yang menyenangkan, sekolah yang seru, pekerjaan yang berlimpah uang, dan semua kenikmatan hidup. Hidupmu 100% merupakan tanggung jawabmu sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Kamu kecelakaan gara-gara kebut-kebutan? Jangan salahkan temanmu yang menghasut dan menantangmu untuk memacu motormu sekencang angin. Kamu merasa minder? Jangan salahkan orang lain yang sering mengejekmu. Nilaimu jelek dan kamu tidak naik kelas? Jangan salahkan gurumu yang membuatmu malas belajar. <strong>KAMU SELALU PUNYA PILIHAN!</strong> Pilihan menjadi lebih buruk atau menjadi lebih baik selalu ada di tanganmu. Jika kamu membiarkan dirimu dikendalikan oleh orang lain, oleh situasi, oleh lingkungan, dan oleh masa lalumu, itu pun merupakan pilihan yang kamu ambil sendiri. Kamu bertanggung jawab atas pilihan itu!</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin kamu akan berkata, “Tapi kan, ada hal-hal yang tidak bisa aku kendalikan di luar sana?” Ya betul, kita tidak bisa mengatur sikap orang kepada kita, kita tidak bisa mengatur cuaca, kita tidak bisa mengatur kelahiran kita, tapi ingat! <strong>Kita SELALU BISA mengatur RESPON</strong> kita terhadap hal-hal itu. Bagaimana caramu meresponi akan sangat menentukan masa depanmu.</p>
<h3>The Choice is in Your Hand!</h3>
<p style="text-align: justify;">2 orang kakak beradik hidup dalam keluarga yang tidak harmonis. Ayah mereka adalah penjudi dan pemabuk yang gemar memukuli mereka dan menganiaya ibu mereka. Bertahun-tahun mereka hidup dalam kemiskinan dan kekerasan dari sang ayah. Bertahun-tahun kemudian ketika mereka dewasa, sang kakak menjadi seorang berandalan yang perilakunya mirip seperti ayahnya. Sementara sang adik berhasil menjadi seorang direktur dari sebuah perusahaan besar. Ketika mereka dalam keadaan terpisah diberikan pertanyaan, “Mengapa kamu bisa menjadi seperti sekarang ini?” Inilah jawaban mereka:</p>
<p style="text-align: justify;">Sang kakak berkata, “Ayah gua pemabuk! Tiap hari kerjaannya ngabisin duit dan memukuli kami serumah! Apa yang lu harapin dari keluarga seperti ini? Dengan keadaan seperti itu, wajar kalo sekarang nasib gua seperti ini! Semua ini GARA-GARA ayah gua! Kalo lu hidup seperti gua, apa yang lu bisa lakuin?” Sementara di kesempatan terpisah, sang adik menjawab pertanyaan yang sama seperti ini, “Saya hidup di tengah keluarga yang sulit. Kami miskin, dan ayah saya sering berlaku kasar pada kami serumah. Saya berpikir, suatu saat kalau saya dewasa saya tidak mau hidup dalam keadaan seperti ini dan menjadi seperti ayah saya. Saya ingin kehidupan yang baik dan memiliki keluarga yang baik.”</p>
<p style="text-align: justify;">Dapatkah kamu lihat bedanya? Kamu selalu PUNYA PILIHAN atas hidupmu sendiri. Dunia tidak selalu menawarkan sesuatu yang indah, tetapi kamu bisa bertanggung jawab untuk hidupmu sendiri, meresponi dengan cerdas, dan memilih untuk selalu menjadi lebih baik dari hari ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.josuawahyudi.com/2009/08/19/life-is-in-your-hand/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fundamental</title>
		<link>http://www.josuawahyudi.com/2009/08/19/fundamental/</link>
		<comments>http://www.josuawahyudi.com/2009/08/19/fundamental/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 04:50:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Josua Wahyudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisdom Cartoon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.josuawahyudi.com/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang ingin naik ke tempat yang tinggi dengan cepat, tapi dia lupa membangun pondasi yang kokoh, itu sebabnya tidak heran banyak yang segera tertiup angin, roboh, dan hancur berkeping-keping. Pondasi selalu tidak populer, letaknya di dalam tanah dan bentuknya pun tidak menarik, tapi sesungguhnya pondasi adalah satu-satunya alasan mengapa sebuah bangunan sanggup berdiri kokoh. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak orang ingin naik ke tempat yang tinggi dengan cepat, tapi dia lupa membangun pondasi yang kokoh, itu sebabnya tidak heran banyak yang segera tertiup angin, roboh, dan hancur berkeping-keping.</p>
<p>Pondasi selalu tidak populer, letaknya di dalam tanah dan bentuknya pun tidak menarik, tapi sesungguhnya pondasi adalah satu-satunya alasan mengapa sebuah bangunan sanggup berdiri kokoh.</p>
<p>Michael Jordan pun mengungkapkan bahwa rahasia kehebatannya dalam bermain basket adalah karena ia memberikan waktu untuk melatih DASAR bermain basket 2 kali lebih banyak dari orang lain. Dalam sebuah wawancara dengannya, Michael berkata &#8220;banyak pemain junior ingin menguasai slam dunk, lemparan three poin yang hebat, atau bisa &#8220;terbang&#8221; seperti saya, tapi mereka tidak sadar yang membuat saya bisa melakukan semua itu adalah karena saya punya dasar yang jauh lebih hebat dari semua orang. Dengan dasar yang kokoh, kamu bisa melakukan semuanya.&#8221;</p>
<p>Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda hanya sibuk memperindah bangunan yang tampak saja? Atau Anda juga terus memperkokoh fundamental kehidupan Anda?</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-249" title="5" src="http://www.josuawahyudi.com/wp-content/uploads/2009/08/5.jpg" alt="5" width="323" height="424" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.josuawahyudi.com/2009/08/19/fundamental/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AWAS! Piranha Di Sekitar Kita!</title>
		<link>http://www.josuawahyudi.com/2009/08/13/awas-piranha-di-sekitar-kita/</link>
		<comments>http://www.josuawahyudi.com/2009/08/13/awas-piranha-di-sekitar-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 02:55:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Josua Wahyudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mix-up Wisdom]]></category>
		<category><![CDATA[piranha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.josuawahyudi.com/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Ketika saya merayakan ulang tahun pertama pernikahan saya dengan istri, kami meluangkan waktu untuk “pacaran” di daerah Ancol. Salah satu lokasi yang menjadi target kami adalah Sea World Indonesia. Selama hampir 10 tahun di Jakarta, saya belum pernah menginjakkan kaki di Sea World, jadi rasanya akan cukup memalukan kalau seorang EQ Trainer belum pernah sama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;"><img class="alignleft size-full wp-image-243" title="piranha2" src="http://www.josuawahyudi.com/wp-content/uploads/2009/08/piranha2.jpg" alt="piranha2" width="210" height="158" />Ketika saya merayakan ulang tahun pertama pernikahan saya dengan istri, kami meluangkan waktu untuk “pacaran” di daerah Ancol. Salah satu lokasi yang menjadi target kami adalah Sea World Indonesia. Selama hampir 10 tahun di Jakarta, saya belum pernah menginjakkan kaki di Sea World, jadi rasanya akan cukup memalukan kalau seorang EQ Trainer belum pernah sama sekali berkunjung ke Sea World.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Beruntunglah, saat kami sampai, ternyata sedang ada feeding session untuk ikan-ikan piranha. Jumlah ikan piranha yang mencapai ratusan (atau mungkin ribuan) membuat aquarium terasa sesak oleh kerumunan makhluk-makhluk haus darah itu. Kami pun segera bergabung dengan kerumunan penonton yang tidak sabar untuk menyaksikan adegan “barbar” yang akan diperlihatkan oleh ikan-ikan kecil nan garang tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Saat semua mata sudah tertuju pada aquarium piranha, petugas segera memasukkan “menu” favorit para piranha. Segera saja ikan-ikan mini tersebut mengerubungi makanan mereka dan dalam hitungan detik, sang korban lenyap tak bersisa sedikitpun. Sebuah pemandangan yang sebenarnya kejam tetapi sangat menarik. Namun, ada sebuah kenyataan yang lebih menakjubkan lagi. Setelah sesi makan-makan tersebut sang petugas menjelaskan bahwa ternyata, saat ikan Piranha mengejar makanannya, mereka akan menjadi “kalap” dan membabi buta. Mereka akan menggigit siapapun yang ada di depannya, bahkan meskipun itu adalah teman mereka sendiri. Itu sebabnya ketika sesi makan-makan selesai, biasanya akan ada banyak Piranha yang terluka dan berdarah-darah karena tergigit oleh rekan-rekan mereka sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Sesaat setelah mendengar penjelasan ini, saya segera tersadar, “Hei! Bukankah situasi seperti ini sering kita jumpai di kantor-kantor?” Orang saling sikut-menyikut, mengigit, dan bila perlu “memakan” rekannya hanya demi mengejar “makanan” mereka. Para karyawan Piranha ini tidak peduli siapa yang ada di depan mereka, dan dalam berbagai kasus yang ekstrim, mereka bahkan siap mengigit orang-orang yang dulunya pernah menolong dan membantu mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Kita sebagai seorang manusia, konon katanya adalah makhluk paling mulia dan berakal budi diantara semua makhluk di bumi. Namun, betapa menyedihkannya ketika kita melihat ada orang-orang yang turun “derajat”nya dan berperilaku seperti Ikan Piranha. Jika seorang manusia sudah kehilangan “kemanusiaan”nya, masih layakkah ia disebut sebagai manusia?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Calibri;">Marilah kita merenungkan diri, jangan-jangan selama ini kita pun sudah menjadi Piranha di lingkungan kita?</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.josuawahyudi.com/2009/08/13/awas-piranha-di-sekitar-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kritik oh kritik&#8230;</title>
		<link>http://www.josuawahyudi.com/2009/07/23/kritik-oh-kritik/</link>
		<comments>http://www.josuawahyudi.com/2009/07/23/kritik-oh-kritik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 02:41:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Josua Wahyudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisdom Cartoon]]></category>
		<category><![CDATA[kritik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.josuawahyudi.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Kritik bisa saja menjadi seperti obat, terasa pahit tapi membuatmu menjadi lebih sehat&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kritik bisa saja menjadi seperti obat, terasa pahit tapi membuatmu menjadi lebih sehat&#8230;</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-240" title="cartoon4" src="http://www.josuawahyudi.com/wp-content/uploads/2009/07/cartoon4.gif" alt="cartoon4" width="403" height="529" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.josuawahyudi.com/2009/07/23/kritik-oh-kritik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mau Lebih Sukses?</title>
		<link>http://www.josuawahyudi.com/2009/07/23/mau-lebih-sukses/</link>
		<comments>http://www.josuawahyudi.com/2009/07/23/mau-lebih-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 02:38:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Josua Wahyudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisdom Cartoon]]></category>
		<category><![CDATA[miskin]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.josuawahyudi.com/?p=235</guid>
		<description><![CDATA[Sukse bukanlah seperti hujan yang turun begitu saja dari langit&#8230; Sukses adalah hasil dari rangkaian usaha setiap hari!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sukse bukanlah seperti hujan yang turun begitu saja dari langit&#8230; Sukses adalah hasil dari rangkaian usaha setiap hari!</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-236" title="cartoon3" src="http://www.josuawahyudi.com/wp-content/uploads/2009/07/cartoon3.gif" alt="cartoon3" width="403" height="529" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.josuawahyudi.com/2009/07/23/mau-lebih-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

