<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>www.josuawahyudi.com &#187; hubungan</title>
	<atom:link href="http://www.josuawahyudi.com/tag/hubungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.josuawahyudi.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Nov 2009 04:23:20 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kalau Kita Mulai Tuli!</title>
		<link>http://www.josuawahyudi.com/2009/06/09/kalau-kita-mulai-tuli/</link>
		<comments>http://www.josuawahyudi.com/2009/06/09/kalau-kita-mulai-tuli/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 10:27:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Josua Wahyudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Light Wisdom]]></category>
		<category><![CDATA[Relationship]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[EQ]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[mendengar]]></category>
		<category><![CDATA[telinga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.josuawahyudi.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari dua orang tuli sedang menunggu di sebuah halte bus. Mereka tidak saling kenal dan kebetulan berdiri bersebelahan. Karena sudah mulai bosan, seorang diantara mereka kebetulan memiliki ide untuk memulai percakapan. Lalu ditepuknya pundak orang tuli di sebelahnya.
Orang tuli 1: &#8220;Pak, itu benjolan di tangan Anda itu, kutil ya?&#8221;
Orang tuli 2: &#8220;Oh&#8230; Bukan pak&#8230; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari dua orang tuli sedang menunggu di sebuah halte bus. Mereka tidak saling kenal dan kebetulan berdiri bersebelahan. Karena sudah mulai bosan, seorang diantara mereka kebetulan memiliki ide untuk memulai percakapan. Lalu ditepuknya pundak orang tuli di sebelahnya.</p>
<p>Orang tuli 1: &#8220;Pak, itu benjolan di tangan Anda itu, kutil ya?&#8221;</p>
<p>Orang tuli 2: &#8220;Oh&#8230; Bukan pak&#8230; Ini namanya kutil&#8230;&#8221;</p>
<p>Orang tuli 1: &#8220;Ha&#8230;ha&#8230;ha&#8230; Maaf pak&#8230; Saya kira itu kutil&#8230;&#8221;</p>
<p>Orang tuli 2: &#8220;Iya sih, memang banyak yang tidak tahu kalau ini kutil&#8230;&#8221;</p>
<p>Orang tuli 1: &#8220;Iya&#8230;ya&#8230; Kalau orang nggak tahu bisa disangka kutil&#8230;&#8221;</p>
<p> </p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-169" title="one_ear_by_henry_morgan" src="http://www.josuawahyudi.com/wp-content/uploads/2009/06/one_ear_by_henry_morgan.jpg" alt="one_ear_by_henry_morgan" width="240" height="160" />Anda mungkin tertawa membaca cerita di atas, tapi tanpa kita sadari, inilah yang sedang terjadi di sekitar kita. Banyak orang mulai tidak peka dalam mendengar. Atasan tidak mau mendengar bawahan, bawahan malas mendengar atasannya, suami tidak mau mendengar istri, orang tua tidak mau mendengar anaknya, dan berbagai cacat komunikasi lainnya.</p>
<p>Dalam komunikasi, mendengar adalah sebuah elemen penting. Ketidakmampuan kita dalam mendengar orang lain seringkali menjadi salah satu penyebab utama hancurnya sebuah hubungan. Bukankah kita sudah sering mendengar pertanyaan &#8220;Mengapa Tuhan menciptakan 2 telinga dan hanya 1 mulut?&#8221; Yup! Supaya kita lebih banyak mendengar daripada berbicara.</p>
<p>Jadi, seberapa baikkah &#8220;pendengaran&#8221; Anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.josuawahyudi.com/2009/06/09/kalau-kita-mulai-tuli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
