<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>www.josuawahyudi.com &#187; kaya</title>
	<atom:link href="http://www.josuawahyudi.com/tag/kaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.josuawahyudi.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Nov 2009 04:23:20 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Boros = EQ Jongkok?</title>
		<link>http://www.josuawahyudi.com/2009/06/24/boros-eq-jongkok/</link>
		<comments>http://www.josuawahyudi.com/2009/06/24/boros-eq-jongkok/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 09:05:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Josua Wahyudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[EQ]]></category>
		<category><![CDATA[boros]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.josuawahyudi.com/?p=186</guid>
		<description><![CDATA[Saya ingin menceritakan kepada Anda sebuah kisah yang sangat menarik. Seorang kenalan suatu hari bercerita mengenai kondisi keuangannya yang selalu minus dan membuatnya terjerat hutang. Ketika saya bertanya-tanya mengenai gaji dan gaya hidupnya, ada sebuah kenyataan yang cukup menarik. Di atas kertas, gajinya sangat cukup untuk menghidupi dirinya yang masih single, tetapi dia mudah sekali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Saya ingin menceritakan kepada Anda sebuah kisah yang sangat menarik. Seorang kenalan suatu hari bercerita mengenai kondisi keuangannya yang selalu minus dan membuatnya terjerat hutang. Ketika saya bertanya-tanya mengenai gaji dan gaya hidupnya, ada sebuah kenyataan yang cukup menarik. Di atas kertas, gajinya sangat cukup untuk menghidupi dirinya yang masih single, tetapi dia mudah sekali tergoda untuk membeli berbagai barang mulai dari handphone, kamera, aksesoris, pakaian, sepatu, dan sulit menahan diri untuk makan di tempat-tempat mahal.</p>
<p><img class="size-full wp-image-189 alignnone" title="42-17170071" src="http://www.josuawahyudi.com/wp-content/uploads/2009/06/42-17170071.jpg" alt="42-17170071" width="400" height="229" /></p>
<p style="text-align: justify;">Ketika saya bertanya apakah selama ini ia tidak tahu bahwa gaya hidupnyalah yang membuatnya &#8220;kebobolan&#8221; jawabannya sungguh mengherankan. Ia mengaku bahwa ia sadar gaya hidupnya selama ini yang membuatnya terjerat hutang, dan setiap kali akan membeli sesuatu, ia juga sadar bahwa jika ia nekad membeli barang itu, keuangannya akan menjadi minus. Namun selalu saja ia tidak bisa menahan godaan dan menyerah dengan keinginan hatinya yang menggebu-gebu. Bahkan seringkali ia menyesal sudah membeli barang-barang yang menurutnya sebenarnya tidak perlu.</p>
<h3 style="text-align: justify;">Delay Gratification</h3>
<p><span style="font-size: 9pt; color: black; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">Dalam konsep EQ, ada sebuah istilah yang disebut dengan &#8220;delay gratification&#8221;. Delay gratification adalah kemampuan untuk menunda atau menahan diri dalam memuaskan hasrat atau keinginan diri-sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: 150%; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 9pt; color: black; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">Bicara mengenai delay gratification, ada sebuah penelitian populer yang pernah dilakukan terhadap sekelompok anak-anak. Mereka secara bergiliran, satu-persatu dimasukkan ke dalam ruangan yang berisi banyak permen. Kemudian mereka disuruh duduk menghadap sebuah meja, dan di atas meja itu diletakkan sebuah permen yang paling disukai semua anak-anak. Anak itu dijelaskan, jika ia sanggup menahan untuk tidak memakan permen itu selama 15 menit, maka ia akan mendapatkan permen yang sama dalam jumlah yang berlipat-lipat lebih banyak. Ternyata hasilnya sungguh mengherankan, lebih dari 50% anak-anak tidak mampu menahan godaan untuk memakan permen itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; color: black; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">Dan penelitian lebih lanjut dilakukan selama 14 tahun ke depan. Ternyata anak-anak yang mampu menahan diri tidak makan permen itu, mereka berhasil bersekolah di sekolah-sekolah yang lebih bagus dan memiliki kualitas kehidupan yang lebih baik, sementara anak-anak yang gagal menahan diri dan memakan permen sebelum waktunya, umumnya menjadi orang-orang yang suka membuat onar dan beberapa dari mereka memiliki masalah dengan narkoba.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: 9pt; color: black; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">Penelitian ini adalah sebuah tes untuk memperlihatkan kemampuan dalam melakukan Delay Gratification. Pada usia anak-anak, hasil tersebut sebenarnya masih bisa dimaklumi karena otak mereka belum berkembang sepenuhnya, namun, para ahli mengatakan bahwa seharusnya orang dewasa memiliki kemampuan Delay Gratification yang jauh lebih tinggi. Tapi kenyataannya? Banyak sekali kita jumpai orang-orang yang tidak mampu menahani diri untuk membeli barang-barang yang mereka inginkan padahal mereka tahu bahwa ada kebutuhan lain yang sebenarnya lebih perlu untuk dibeli.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"> </p>
<h3 class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: 150%; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 9pt; color: black; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">Bagaimana mengatasi situasi ini?</span></h3>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: 150%; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 9pt; color: black; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">Bisakah kita meningkatkan kemampuan kita dalam melakukan Delay Gratification? Dalam kesempatan ini paling tidak ada 7 tips yang bisa Anda lakukan:</span></p>
<h4 class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: 150%; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-outline-level: 4;"><span style="font-size: 9pt; color: black; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">1. Hindari permen itu!</span></h4>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: 150%; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 9pt; color: black; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">Jika Anda tidak pernah tahan dengan godaan membeli barang setiap kali Anda bepergian, maka yang perlu Anda lakukan adalah mengurangi frekuensi Anda pergi agar Anda tidak bertemu dengan &#8220;permen-permen&#8221; yang menggoda Anda</span></p>
<h4 class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: 150%; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-outline-level: 4;"><span style="font-size: 9pt; color: black; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">2. Batasi Kemampuan Anda</span></h4>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: 150%; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 9pt; color: black; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">Jangan bawa banyak uang baik dalam bentuk cash maupun kartu. Ketika kita membawa banyak uang, secara psikologis kita akan terdorong untuk lebih mudah membelanjakannya</span></p>
<h4 class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: 150%; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-outline-level: 4;"><span style="font-size: 9pt; color: black; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">3. Mintalah bantuan</span></h4>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: 150%; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 9pt; color: black; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">Ceritakan keinginan Anda untuk menahan diri dan berhemat pada orang-orang terdekat Anda dan minta mereka untuk membantu Anda mengingatkan dan mencegah Anda untuk melakukan pembelian-pembelian yang tidak perlu</span></p>
<h4 class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: 150%; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-outline-level: 4;"><span style="font-size: 9pt; color: black; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">4. Bayangkan keuntungannya</span></h4>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: 150%; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 9pt; color: black; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">Setiap kali Anda tergoda untuk mengeluarkan uang Anda untuk hal-hal yang tidak perlu, segeralah membayangkan betapa banyak uang yang bisa Anda simpan dan kenikmatan yang jauh lebih besar yang bisa Anda peroleh jika Anda berhasil menahan diri. Misalnya, jika Anda ingin membeli Handphone baru, bayangkanlah diri Anda bisa membeli Handphone yang jauh lebih canggih dan mahal jika Anda bisa menahan diri. Selalulah berkata pada diri-sendiri, “Tahan sebentar sekarang, nanti bisa mendapat yang jauh lebih baik”.</span></p>
<h4 class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: 150%; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-outline-level: 4;"><span style="font-size: 9pt; color: black; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">5. Hindari HALT</span></h4>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: 150%; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 9pt; color: black; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">HALT adalah singkatan dari Hungry, Angry, Lonely, Tired. 4 kondisi tersebut adalah saat-saat dimana kita paling rentan secara emosional dan tidak punya daya tahan menghadapi godaan dan problem emosional. Jika Anda sedang berada di salah satu kondisi tersebut, Anda akan cenderung lebih mudah menjadi royal dan menghamburkan uang lebih banyak.</span></p>
<h4 class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: 150%; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-outline-level: 4;"><span style="font-size: 9pt; color: black; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">6. Belajarlah dari hal yang sederhana</span></h4>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: 150%; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 9pt; color: black; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">Latihlah kemampuan Delay Gratification ini dari hal-hal simpel, misalnya belajar mengantri, melakukan puasa, belajar lebih sabar dalam berkendaraan dan menyalip, dan berbagai hal sederhana lainnya. </span></p>
<h4 class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: 150%; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-outline-level: 4;"><span style="font-size: 9pt; color: black; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">7. Bayangkan kerugiannya!</span></h4>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: 150%; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 9pt; color: black; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">Selain membayangkan keuntungannya, Anda juga harus membayangkan kerugian yang Anda lakukan jika Anda menjadi boros. Bayangkanlah Anda tidak punya uang, dikejar-kejar debt collector, tidak punya uang saat sakit, tidak bisa membantu orang tua yang kesulitan, dan berbagai hal buruk yang bisa terjadi akibat gaya hidup Anda yang boros.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: 150%; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: 9pt; color: black; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">Semoga saja dengan adanya 7 tips ini, Anda bisa menguasai perasaan Anda dan mampu melakukan delay gratification di saat-saat yang diperlukan.</span></p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 5pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><em><span style="font-size: 9pt; color: black; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';">“</span></em><span style="font-size: 9pt; color: black; line-height: 150%; font-family: &quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman';"><a href="http://thinkexist.com/quotation/money_will_come_when_you_are_doing_the_right/215968.html"><em><span style="color: windowtext; text-decoration: none; text-underline: none;">Money will come when you are doing the right thing.</span></em></a><em>”<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>- Mike Philips</em></span></p>
</blockquote>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: 120%; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.josuawahyudi.com/2009/06/24/boros-eq-jongkok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pintar Mengelola Uang: Strategi Ofensif vs Defensif</title>
		<link>http://www.josuawahyudi.com/2009/06/09/pintar-mengelola-uang-strategi-ofensif-vs-defensif/</link>
		<comments>http://www.josuawahyudi.com/2009/06/09/pintar-mengelola-uang-strategi-ofensif-vs-defensif/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 09:45:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Josua Wahyudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Light Wisdom]]></category>
		<category><![CDATA[Mix-up Wisdom]]></category>
		<category><![CDATA[bola]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[emotional]]></category>
		<category><![CDATA[EQ]]></category>
		<category><![CDATA[footbal]]></category>
		<category><![CDATA[intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan]]></category>
		<category><![CDATA[pintar]]></category>
		<category><![CDATA[sepak]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.josuawahyudi.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Mengelola keuangan pribadi itu ibarat seperti bermain sepak bola. Dalam kesempatan training mengenai money management for youth, saya selalu menjelaskan bahwa dalam mengelola keuangan, ada 2 strategi yang harus dijalankan, yaitu strategi Ofensif dan strategi Defensif.
Apakah strategi ofensif? Strategi ofensif adalah cara mengatur keuangan dengan memakainya untuk menghasilkan uang yang lebih banyak lagi. Contoh tindakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengelola keuangan pribadi itu ibarat seperti bermain sepak bola. Dalam kesempatan training mengenai money management for youth, saya selalu menjelaskan bahwa dalam mengelola keuangan, ada 2 strategi yang harus dijalankan, yaitu strategi Ofensif dan strategi Defensif.</p>
<p><img class="size-full wp-image-155 alignright" title="football_by_mango_addict" src="http://www.josuawahyudi.com/wp-content/uploads/2009/06/football_by_mango_addict.jpg" alt="football_by_mango_addict" width="220" height="206" />Apakah strategi ofensif? Strategi ofensif adalah cara mengatur keuangan dengan memakainya untuk menghasilkan uang yang lebih banyak lagi. Contoh tindakan ofensif adalah dengan berinvestasi atau menggunakannya sebagai modal usaha. Ibarat bermain sepak bola, ini adalah semua usaha yang dilakukan untuk mencetak gol sebanyak mungkin.</p>
<p>Sedangkan strategi Defensif adalah setiap tindakan yang dilakukan untuk menyimpan dan mengamankan uang yang sudah kita miliki. Contohnya dengan menabung, membatasi pengeluaran, berhemat, atau menahan diri tidak membeli barang yang tidak diperlukan. Ibarat bermain sepak bola, kita berusaha mengamankan gawang kita agar tidak kebobolan.</p>
<p>Nah, banyak yang bertanya, mana yang lebih baik? Menjadi ofensif atau defensif? Pertanyaan yang sama juga bisa diajukan pada para pelatih sepak bola, mana yang lebih bagus, menyerang atau bertahan? Tentu jawabnya adalah dua-duanya. Percuma kita mencetak gol terus tapi di saat yang sama kita juga kebobolan terus. Percuma juga kita menjaga gawang mati-matian tapi tidak pernah mencetak gol.</p>
<p>Tim sepak bola yang kuat dan berprestasi adalah mereka yang bisa menyerang dan bertahan dengan sama bagusnya. Begitu pula dengan mengelola keuangan kita.</p>
<p>Masalahnya, ada banyak orang yang hanya fokus di satu strategi saja. Saya mengenal seseorang yang tidak pernah menabung dan semua uangnya selalu dipakai untuk berbagai investasi dan modal usaha. Sehingga ketika investasi atau usahanya gagal, habislah semua uangnya. Terlalu banyak menyerang lupa bertahan juga bisa membuat kita kebobolan.</p>
<p>Sebaliknya, ada orang yang menyimpan uangnya rapat-rapat dan menabung sebanyak-banyaknya. Sebenarnya memang ini lebih mending daripada kasus di atas. Tapi tetap saja akan merugikan Anda. Mengapa? Karena bunga yang Anda peroleh dari tabungan Anda lebih kecil dari nilai inflasi per tahun. Bahkan bunga deposito saja masih lebih kecil dari nilai inflasi setahun. Jadi bila dipikir-pikir, uang Anda terus berkurang tiap tahun.</p>
<p>Yang sehat adalah, kita memiliki tabungan untuk berjaga-jaga sekaligus menyisihkan sebagian uang kita untuk diinvestasikan dan dijadikan modal usaha. Menyerang sekaligus bertahan dengan baik adalah strategi terbaik.</p>
<p>Bagaimana dengan strategi Anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.josuawahyudi.com/2009/06/09/pintar-mengelola-uang-strategi-ofensif-vs-defensif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
